foto aang nuh gentur cianjur
foto aang nuh, rasanya adem ya

Perhatian!!! blog ini jarang saya update… untuk melihat artikel menarik lainnya kunjungi secianjur.com (klik)

Mama Ajengan Aang Nuh atau nama lengkapnya KH. Abdullah Nuh merupakan salah satu putera ulama tersohor di Gentur, Cianjur bernama Syekh Ahmad Syatibi atau dikenal dengan sebutan Mama Gentur. Kedua tokoh ini sudah sangat masyhur di tatar kota santri karena luasnya ilmu dan keberkahan hidupnya dan keilmuannya didapatkan dari ulama Cianjur yaitu Syekh Soheh Bunikasih.

Menurut artikel yang saya baca dari berbagai media menyebutkan bahwa Mama Gentur tidak diketahui waktu kelahirannya sedangkan beliau wafat pada tahun 1946 atau 1 tahun setelah Indonesia merdeka.

Kiprah para ulama Indonesia dalam kemerdekaan tidak bisa dianggap remeh karena sebagian besar perjuangan dan pembentukan pemerintahan di negara kita bersumber dari ulama bahkan Presiden Soekarno dipercaya selalu menginjakan kak di Cianjur untuk meminta doa dan dukungan dari ulama Cianjur.

Beliau menikah dengan istri solehah dan dikaruniai putera-puteri yang soleh terutama Aang Nuh dan Aang Baden yang namanya selalu bertengger di tanah Pasundan. Mengenai hiruk pikuknya kehidupan Aang Nuh saya sampai saat ini belum menemukan informasi yang pasti berhubung belum pernah menemui putera-putera beliau yang masih hidup.

Yang jelas, saat haul tiba puluhan hingga ratusan ribu manusia berkumpul silih berganti untuk mendoakan beliau di komplek makam Mama Gentur karena di komplek tersebut tempat dimakamkannya Aang Nuh, Mama Gentur, Aang Baden dan sejumlah tokoh lainnya serta jajaran makam penduduk zaman baheula.

Yang datang ke acara haul bukan hanya dari Cianjur saja melainkan dari daerah lain seperti Bandung, Bogor, Garut dan Tasik.

Mengenai cerita keanehannya yang saya dapatkan dari mamang saya sendiri (beliau juga suka hadir di majelis Aang Nuh saat beliau masih ada ) sungguh menarik untuk disimak, akan tetapi untuk memaparkan dalam artikel ini saya tidak bisa ulas karena untuk menjaga privasi. Sedangkan cerita turun temurun yang terkenal adalah menaiki puncak tugu Monas, ditembak tentara Jepang tiba-tiba ada dirumahnya, pedagang yang ditempeleng tiba-tiba menjadi orang kaya dan segudang karomah lainnya.

Bagi saya hal tersebut tidak perlu dibahas lebih lanjut karena untuk membahasnya hanya bisa dilakukan oleh ahlinya, akan tetapi yang patut dijadikan pedoman bagi masyarakat Cianjur khususnya adalah mengingat dan mengaplikasikan syareat islam dalam kehidupan sehari-hari supaya hidup menjadi selamat dunia akhirat.

Amalan Aang Nuh

Mengenai amalan apa yang biasa dilakukan oleh beliau tentu harus diperhatikan dengan seksama, intinya apapun dalam kehidupan ini jangan lupa untuk tetap bertaqwa dan taqorub kepada Alloh. Ada sebagian ulama menyebut bahwa ulama ini selalu memperbanyak sholawat kepada nabi disamping menjalankan kewajibannya sebagai muslim.

Sudah tidak perlu dijelaskan lagi tentang sholawat karena amalan ini sudah ada perintahnya dari Alquran, Rasulullah dan anjuran para alim ulama karena sholawat sebagai bentuk ketaqwaan kepada Allah dan segudang keberkahan bagi pembacanya serta menjadikan syafaat bagi pembacanya pula.

Aang Nuh, Syekh Abdul Jalil Dukuh dan Syekh Abdul Muhyi Pamijahan

Beberapa sumber menyebutkan bahwa Aang Nuh merupakan keturunan Ulama Besar bernama Syekh Abdul Muhyi Pamijahan Tasikmalaya. Syekh Abdul Muhyi adalah putera dari Al Alim Al Alamah Syekh Abdul Jalil yang berada di Kampung Adat Dukuh. Kedua tokoh ini juga menjadi sentral para peziarah di tatar Sunda.

Kata Mutiaran Aang Nuh

Sebagai ulama yang masyhur, ada salah satu kata mutiara yang saya dapatkan dari laman facebook dan kata mutiara ini sejatinya sebagai pengingat bagi kita semua.

Ceramah tèh euy, Ulah ngan sakadar bisa TARIK SORA nepika NGAHIUNG kana puhu ceuli. Tapi kudu bisa TARIK RASA nepika NGAHIANG kana yahu tajali.”

Artinya :

Ceramah itu jangan hanya bisa teriak sampai berdengung telinga orang yg mendengarnya, tetapi harus bisa sampai tembus kedalam kalbu,mengajak orang untuk mengenal Allah (tajali HU marifat)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s