Malam Hari di Syekh Hasan Munadi


Suasana malam hari yang tentram dan menenangkan jiwa itu terasa di kompleks pemakaman Hasan Munadi dan Hasan Dipuro yang dipercaya masyarakat sebagai penyebar islam di daerah Semarang tepatnya di Ungaran.

hasan munadi gambar

via japardemak.blogspot.com

Sekilas tidak ada yang beda dengan tempat ziarah pada umumnya , gaya arsitektur yang sudah berusia itu selalu ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di Indonesia. Biasanya jika kita tanya , mereka mengaku sebagai rombongan ziarah Walisongo.

Daerah Jawa Tengah sebagian besar memiliki iklim yang panas , namun sepertinya tidak berlaku di komplek makam Hasan Munadi ini , rimbunan pohon yang tampak disegala sudut mengeluarkan udara yang begitu menusuk pori-pori kulit.

Sebelum masuk ke objek utama , di tempat parkir yang letaknya dibawah bukit itu sudah terpampang ojeg yang siap melayani perjalanan kita hanya bermodalkan uang 10 ribu sudah cukup untuk mengantarkan ke objek utama.

Ada yang lebih menarik dari sini , tidak jauh dari makam kita akan menemukan pancuran air yang sangat jernih dan deras ,warga percaya air ini sebagai salah satu obat mujarab. Kita dianjurkan untuk mandi di pancuran ini namun dengan ada aturan-aturan  yang harus dilaksanakan terpampang di pintu masuk pancuran salah satunya yaitu tidak kencing di aera pancuran dan diharuskan membaca syahadat serta sholawat.

Kucuran air yang keluar dari 7 pipa itu membuat semua orang merasakan dingin yang sangat dahsyat terlebih saat malam hari namun membuat tubuh kembali segar setelah siang harinya perjalanan menyusuri bukit yang syarat dengan hawa panasnya.

Setelah itu , kita akan menuju objek makam dengan melewati sedikit anak tangga dengan kemiringan sekitar 45 derajat , setelah sampai kita akan dihadang oleh penjaga makam untuk mendengarkan sedikit tausiah keislaman.

Setelah selesai kita langsung tawasul di makam Hasan Munadi , waktunya tergantung yang mimpin tawasul , setelah selesai baru kita pulang ke tempat parkir dengan naik ojeg. Komplek makam itu bukan hanya sendiri , melainkan ada puteranya yaitu Hasan Dipuro dan anggota keluarga lainnya.

Wilayah yang terasa sejuk itu menyimpan berkah tersendiri berupa banyaknya penjual makanan yang berjajar di setiap sudut parkir , ada yang berupa kios nasi bahkan ada pula di rumah pedagang. Yang jelas , aneka makanan dapat kita jumpai terutama sayur asam , ikan asin dan lalapan melengkapi kenikmatan makan di malam hari.

Hasan Munadi dipercaya sebagai penyebar agama islam di Ungaran yang hidup pada masa wali songo , deretan nama itu juga ditambah oleh putera beliau yaitu Hasan Dipuro yang sama-sama sebagai tokoh penyebar islam di pulau jawa khususnya di Semarang dan sekitarnya.

Karena perjalanan waktu itu terasa capek dan malam maka saya tidak sempat mengambil foto sebagai dokumentasi mohon maaf sebesar-besarnya.

Iklan