Bisa dibilang Korut bukan Ancaman bagi Amerika jika dikaji dengan Bukti ini


 

gambar rudal korut

Belakangan ini dunia sedang khawatir dengan kemampuan rudal yang digembor-gemborkan DPRK Korea Utara karena dinilai sebagai ancaman kawasan semenanjung korea dan dunia. Anggota Dewan Keamanan PBB menekankan agar Korut tidak bandel dengan aturan hukum internasional karena pertimbangan dari banyak negara itu Nuklir sebagai senjata yang tidak boleh dikembangkan karena sangat berbahaya. Sebuah bom nuklir yang diledakan dapat menghancurkan sebuah kota , contohnya saat kota Nagasaki dan Hiroshima diluluhlantahkan oleh bom Little Boy dan Fat Man dengan kekuatan ledakan sebesar 18-20 Kiloton. Akibatnya , Jepang yang saat itu digdaya di kawasan Asia Pasifik menyerah tanpa syarat ke Amerika sehingga ada dua negara digdaya saat itu yaitu Amerika dan Uni Soviet.

Namun dunia memang tidak selamanya bertumpu pada suatu negara , tahun 1991 Uni Soviet ( Rusia ) mengalami kehancuran dan meninggalkan Amerika sebagai Singa Dunia walaupun saat ini Rusia tengah ” mengambil kembali ” kedigdayaannya dengan modernisasi militer dan intervensi dikawasan berkonflik seperti Timur Tengah . Konflik Timur Tengah digandrungi oleh dua kelompok berseberangan , di satu Sisi Amerika dengan sekutunya mempunyai kebijakan politik menolak pemerintahan di satu sisi lagi Rusia mendukung pemerintahan. Itulah salah satu bentuk politik internasional yang menjadikan sebuah negara lemah sebagai kambing percobaan.

Kembali lagi ke Korea Utara , negara komunis pimpinan diktator muda Kim Jong Un sekarang memang sedang legawa dalam memamerkan kekuatan militer terutama teknologi nuklir yang mereka rahasiakan. Setidaknya dalam sebuah prediksi , Korut dipercaya mempunyai 6 setok bom nuklir yang sewaktu-waktu bisa digunakan saat negaranya terancam , namun tidak memastikan jumlah tersebut benar bisa saja mereka memiliki lebih dari 6 bom nuklir karena Badan Atom Internasional pun sulit melacak dan mendeteksi keberadaan nuklir yang dimiliki Korea Utara karena negara itu paling tertutup di dunia.

Tahun ini Korut sangat agresif menguji coba rudalnya , data terakhir mereka menguji coba Rudal Hwasong-14 pada 4 Juli kemarin , ujicoba itu sukses dan diklaim mampu mencapai daratan Amerika terutama kawasan Alaska. Rudal yang diuji coba itu melesat setinggi 2.802 Km dan mengudara sejauh 933 Km selama 39 menit sebelum rudal itu jatuh di laut Jepang. Korut memang mempunyai ambisi yang sangat besar dalam mengembangkan senjata berbahayanya dengan dalih untuk menjaga kedaulatan negaranya dari intervensi asing.

Meski berbagai sanksi dunia yang diterimanya , Korut tetap membangkang dan mengancam akan menghancurkan negara tetangganya Korea Selatan dan Jepang bahkan mereka bermimpi untuk menghancurkan negara adidaya Amerika karena dianggap sebagai negara yang suka ” turun tangan ” terhadap urusan negara lain. Dengan ambisi itu , negara pimpinan Donal Trump mencoba menginstalasi sistem pertahanan rudal THAAD di Korea Selatan guna menghancurkan rudal musuh di udara jika sewaktu-waktu Korea Utara menyerang sekutu abadi Amerika yaitu Korea Selatan dan Jepang.

Korut juga punya hak untuk membela kedaulatannya dari serangan musuh , Amerika dan Korsel kerap kali mengadakan simulasi perang yang dianggap sebagai tindakan provokasi . Korea Selatan juga punya mendapat demikian , peluncuran rudal Korut dinggap pula sebagai tindakan provokasi sehingga menambah ketegangan kawasan yang tidak terkendali.

Akibatnya , banyak negara melayangkan protes keras terhadap kedua negara agar tidak menyerang satu sama lain , negara luar menyarankan agar melakukan diplomasi dan dialog untuk meredam ketegangan kawasan. Tapi tampaknya saran tersebut tidak berlaku bagi Korut karena hanya menguntungkan negara-negara adidaya saja, alhasil solusi diplomatik pun sampai saat ini tidak pernah terwujud.

Dalam catatan sejarah , tahun 1950 perang dingin antara Korea Utara dan Korea Selatan diakhiri tanpa kesepakatan bersama , mereka yang awalnya negara kesatuan membelah menjadi dua bagian dan dipisahkan dengan zona demiliterisasi. Konflik yang terjadi saat itu , Korea Utara dikendalikan oleh China dan Uni Soviet sedangkan Korea Selatan ditemani oleh Amerika , atas kejadian tersebut jutaan penduduk sipil meninggal dari kedua kutub yang berseberangan . Konflik senjata antar kedua negara atau lebih memang akan menimbulkan korban yang tidak sedikit. Ketegangan kedua korea saat ini mungkin bisa saja ada unsur balas dendam dan kelanjutan konflik sejak 1950.

Korea Utara yang saat ini selalu menguji rudalnya dengan jarak dan jenis yang berbeda membuat banyak negara di dunia marah. Amerika sebagai negara adidaya mencoba menekan China dan Rusia agar menekan Korut untuk mematuhi hukum internasional dan tidak mengembangkan senjatanya. Sebuah rudal dibelaki dengan teknologi yang canggih, walaupun kemampuan rudal Korut masih belum sempurna akan tetapi sewaktu-waktu bisa saja membuat negara tercengang.

China juga telah melakukan negosiasi pada sekutunya Korut agar tidak mengembangkan senjata yang dianggap berbahaya akan tetapi upaya itu tidak pernah memutuskan ambisi negeri pimpinan Kim Jong Un tersebut.

Lantas kenapa sikap Amerika tidak pernah langsung menyerang negara yang menantangnya , Korut ? beda halnya dengan Iraq dan Libya yang kelihatannya ” mesra ” untuk ikut campur negara lemah. Korut memiliki kemampuan nuklir yang dikhawatirkan disalah gunakan sehingga Amerika dan sekutunya lebih memilih diplomasi daripada turun langsung ke lapangan.

Para pakar militer memiliki dua anggapan yang berbeda , ada yang menganggap rudal Korut sebagai ancaman dan ada pula yang menganggap bukan ancaman serius bagi Amerika karena dikuatkan dengan bukti-bukti ini.

  1. Menyerang Amerika tidak memiliki keuntungan sama sekali

gambar rudal thaad
Sebuah rudal THAAD yang diluncurkan,,

Kita tahu bahwa Amerika merupakan sebuah negara yang mapan dalam segi ekonomi dan militer. Keberhasilan penguasaan teknologi canggih yang dimiliki Amerika membawa negara tersebut masuk dalam jajaran paling bergengsi di dunia.

Militer Amerika juga tersebar diberbagai negara dilengkapi dengan peralatan modern , setidaknya ada 30.000 tentara Amerika siaga aktif di Korea Selatan dan 35.000 berada di Nippon. Beberapa kapal perangnya juga dibekali dengan hulu ledak nuklir dan dikabarkan berada dekat dengan Korut, sewaktu-waktu jika diperlukan senjata-senjata nuklir tersebut akan menghujani seluruh kawasan strategis Korut.

Belum lagi pengerahan sistem pertahanan udara THAAD yang ditempatkan di Korea Selatan dipercaya sebagai sistem penangkal tercanggih di dunia dengan akurasi mencapai 100 persen yang mampu menghancurkan rudal musuh di udara. Sebelum rudal Korut itu sampai ke daratan Amerika mungkin saja rudal tersebut telah hancur diwilayah udara Korea oleh THAAD.

The  Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) merupakan sistem pertahanan rudal dengan presisi tinggi dan menggunakan energi kinetik murni. Dalam satu instalasi dibekali setidaknya 8  rudal yang sama , sistem kerja dari THAAD adalah memburu rudal target dan menghancurkannya di udara dengan cara menabrak rudal target. Pengerahan rudal THAAD memiliki mobilitas yang tinggi , bahkan China dan Rusia pun khawatir dengan penempatan THAAD di Korea Selatan karena mengancam kawasan.

2. Korut hanya bisa melawan Amerika secara mandiri

Upaya militer yang digembor-gemborkan Korut untuk menyerang Amerika bukan perkara mudah , setidaknya mereka memerlukan sekutu besar yaitu China dan Rusia. Bagi kedua negara ini , menyerang Amerika sama saja mendaftarkan diri untuk kehancuran lebih cepat.

China dan Rusia diketahui tidak ada indikasi kuat mendukung Korut menyerang Amerika , mereka memiliki Pekerjaan Rumah sendiri untuk mencapai derajat negara adidaya . Artinya , jika mereka ikut campur menyerang AS maka stabilitas kawasan akan semakin ruwet akibatnya ambisi mencapai negara adidaya akan terganggu. China dan Rusia saat ini lebih memilih jalan netral dengan menyarankan Korut agar menghentikan ambisi nuklirnya.

Apakah bisa Korut menyerang negara Paman Sam secara mandiri ? nampaknya menjadi alasan kenapa Korut tidak juga menyerang Amerika. Selain sumber daya dan militer Amerika lebih terdepan , Amerika juga merupakan pelopor dan pemimpin koalisi negara NATO ( North Atlantic Treaty Organization ).

gambar nato
Logo nato

Para anggota setuju bahwa sebuah serangan bersenjata terhadap salah satu atau lebih dari mereka di Eropa maupun di Amerika Utara akan dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota. Selanjutnya mereka setuju bahwa, jika serangan bersenjata seperti itu terjadi, setiap anggota, dalam menggunakan hak untuk mepertahankan diri secara pribadi maupun bersama-sama seperti yang tertuang dalam Pasal ke-51 dari Piagam PBB, akan membantu anggota yang diserang jika penggunaan kekuatan semacam itu, baik sendiri maupun bersama-sama, dirasakan perlu, termasuk penggunaan pasukan bersenjata, untuk mengembalikan dan menjaga keamanan wilayah Atlantik Utara.

negara anggota nato gambar
negara-negara anggota NATO

Itu artinya bahwa jika Amerika disentuh oleh negara lain maka dipastikan negara sekutu akan ikut campur menyerang negara musuh. Lantas dengan Koalisi Korut siapa ?

3. Rudal Korut dibekali teknologi yang belum sempurna

gambar rudal korut

Rudal yang diuji coba 4 Juli lalu hanya mencapai ketinggian 2.802 Km sebelum jatuh di Zona Ekonomi Eksklusif Jepang . Zona Ekonomi Eksklusif merupakan zona dengan luas 200 Mil Laut ( 370,4 Km ) dari garis tepi sebuah negara dimana dalam zona tersebut sebuah negara pantai memiliki hak atas kekayaan alamnya , menerapkan peraturannya , kebebasan bernavigasi dan pemasangan kabel ataupun pipa.

ICBM yang diuji coba beberapa waktu lalu memiliki jangkauan maksimum 8000 Km dalam keadaan standar. Dengan demikian , ICBM Hwasong 14 itu hanya mampu mencapai daratan Alaska dan tidak dapat menjangkau keseluruhan wilayah Amerika. Baca : Jarak Korut ke Amerika

4. Mengenal Skenario Mutual Assured Destruction ( MAD )

gambar bom h

Teori ini yang sejatinya ancaman dunia , skenario ini memiliki konsep siapa saja kedua negara menggunakan ataupun menjatuhkan nuklir ke negara bertikai akan mengakibatkan kehancuran total kedua negara.

Jika Korea Utara menyerang Amerika dengan nuklir maka Amerika akan menyerang kembali dengan nuklir untuk menghancurkan negara tersebut. Tingkat radiasi nuklir akan mengakibatkan banyak korban termasuk penduduk sipil yang tidak berdosa , jika perang pecah maka dunia hanya butuh 30 menit untuk hancur.

Korut tercatat hanya memiliki sekitar 6 bom nuklir sedangkan Amerika memiliki puluhan hingga ratusan bom nuklir belum termasuk Termonuklir (Bom Hidrogen ) atau Bom H yang daya ledakannya ratusan hingga ribuan kali lebih besar dari bom Nuklir.

Jadi apakah yakin Korut akan menyerang Amerika dengan adanya bukti ini ?

Iklan