Wisata ziarah Cianjur makam Eyang Dalem Cikundul


Ziarah  Eyang Dalem Cikundul – Kota  Cianjur dikenal sebagai kota santri dimana dibuktikan dengan banyaknya pondok pesantren salafi maupun pesantren modern yang beredar disetiap sudut kampung-kampung. Rata-rata setiap kampung di Cianjur setidaknya ada satu bahkan lebih ponpes sebagai ladang menimba ilmu agama islam. Pada awalnya , masyarakat Cianjur menganut agama Hindu bahkan tidak mempunyai agama dan hanya mempercayai ruh atau animisme.

foto eyang dalem cikundul
Eyang Dalem Cikundul

Keberadaan masyarakat Cianjur yang sebagian besar berprofesi sebagai petani membawa titik terang dalam bidang tauhid berupa ajaran islam yang dibawa dan disebarkan oleh ulama zaman baheula seperti Raden Aria Wira Tanu Datar atau dikenal dengan Eyang Dalem Cikundul dan ulama-ulama lainnya hingga generasi sekarang dapat kita jumpai disetiap sudut akan ditemukan pemuka dan pengajar agama islam di Cianjur.
Proses islamisasi dari masa kemasa yang dikembangkan ulama melalui media dakwah membawa amanah dan pelajaran berharga betapa besar pengorbanan para ulama zaman dahulu dalam mendidik masyarakat yang berakhlak , beradab dan beragama yang mana pada masa itu kondisi rakyat dalam penjajahan Belanda yang membawa misi 3G yaitu Gold ( mencari kekayaan ),Glory ( memperluas kekuasaan ) dan Gospel ( menyebarkan agama / upaya kristenisasi penduduk ). Dakwah yang dibawa ulama ini dilakukan tanpa paksaan karena keluhuran akhlak dan wibawanya membuat masyarakat dahulu langsung ciut kemudian menjadi pengikut islam hingga sekarang.
Dalam beberapa literatur sejarah dan cerita turun temurun mengungkapkan bahwa islamisasi di Cianjur dipelopori oleh ulama kenamaan salah satunya adalah Eyang Dalem Cikundul yang dihormati dan menjadi patih atau bupati pertama Cianjur dimana hingga saat ini nama beliau tetap eksis meskipun telah dimakan oleh waktu , bahkan makamnya yang berada di bukit Cijagang tidak pernah sepi dari peziarah setiap harinya terutama pada bulan mulud dan ramadhan bisa menembus ribuan orang dari berbagai daerah dan didominasi oleh ulama dan pejabat.
Eyang Dalem Cikundul juga sangat jago dalam seni bela diri dan sebagai pemimpin yang penuh semangat dalam membela hak-hak rahayat ( rakyat ) dari keganasan penjajah, akibatnya pemberontakan dan perlawanan didominasi oleh penganut islam dibawah komando beliau sehingga penjajah mengalami kemunduran.Beliau juga sangat mahir dalam ilmu pemerintahan sehingga pada masa pemerintahannya membawa Cianjur menjadi kota yang maju dengan pembentukan masyarakat yang ramah dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa,bernegara dan beragama. Karakter ini yang sejatinya harus dimiliki masyarakat Cianjur khususnya para wakil rakyat untuk mencontoh kepemimpinan beliau dimana kepentingan rakyat berada diatas kepentingan pribadinya dan menerapkan prinsip ikhlas.

Makam Eyang Dalem Cikundul

Sebagai penghormatan masyarakat Cianjur makam beliau dari dahulu hingga sekarang selalu ramai pengunjung walaupun usia komplek makam tersebut sekitar 300 tahun silam, seiring berjalannya waktu komplek ini mengalami penataan besar-besaran yang dipelopori oleh keturunannya sendiri yang berprofesi sebagai rektor universitas ternama di Jakarta dan makamnya berada dikomplek makam beliau.
Komplek lahan seluas 4 Ha berada dibawah bukit Cijagang mampu menampung berbagai jenis kendaraan seperti motor,mobil dan bus dengan tiket yang disesuaikan. Selain lahan parkir , disepanjang jalan banyak juga penjual oleh-oleh kuliner dan aneka perlengkapan ibadah seperti peci,sarung dan masih banyak lagi. Untuk mencapai makam utama anda diharuskan menaiki ratusan anak tangga dengan kemiringan sekitar 40 derajat dan membuat napas ngos-ngosan, sesampainya dipuncak utama anda akan dihadapkan makam bupati pertama ini yang telah dipugar oleh pemerintah sehingga tertata rapi bagi peziarah , setidaknya lokasi ini mampu menampung ribuan orang yang berdiri diatas lahan seluas 900 meter.
Pada ulasan saya ini mungkin tidak bisa panjang lebar , yang jelas Makam Eyang Dalem Cikundul yang berada di kampung Majalaya desa Cijagang kecamatan Cikalong Kulon dapat ditempuh 20 Km dari pusat kota Cianjur ,132 dari Jakarta dan 87 Km dari Bandung dijadikan sebagai objek wisata ziarah untuk mendoakan beliau dan bertafakur.

Iklan