Mengenal tradisi " Nyambungan " yang mengakar di masyarakat Cianjur


Salah satu warisan nenek moyang dikalangan masyarakat sunda khususnya Cianjur yang hingga kini masih melekat pada keturunannya adalah ” Nyambungan ”  dan saya yakin pastinya anda sudah tidak asing lagi dengan tradisi ini.
Nyambungan atau disebut juga nganteuran merupakan salah satu kebiasaan masyarakat sunda dalam bentuk saling memberikan makanan ataupun sesuatu kepada tetangga ataupun kerabatnya sebelum dilaksanakannya acara-acara besar seperti lebaran , hajatan dan syukuran serta sudah berlangsung sejak puluhan hingga ratusan tahun silam .

 Nyambungan sendiri jika dilihat dari unsur kesusastraan mengandung arti ” Nyambung atau menyambungkan ” antara satu dengan yang lainnya dalam segi kehidupan sosial. Memang belum ada informasi yang pasti sejak kapan tradisi ini berlangsung , pandangan saya pribadi memang keberadaan kebiasaan ini untuk saling menyambung dalam berbagi dan bersilaturahmi .

Apa hikmah dari Nyambungan ?

Kebiasaan ini sangat jelas menekankan pola hidup saling berbagi dan saling menolong , pasalnya kita selaku makhluk sosial pasti membutuhkan interaksi dan adaptasi yang berkesinambungan dalam hidup . Dari segi sosial dapat kita ambil pelajarannya berupa kesadaran kita untuk selalu memberi , menolong dan berinteraksi antar anggota kelompok masyarakat , keluarga ataupun tetangga.
Kebiasaan ini juga umumnya dilakukan disebuah wilayah pedesaan , jika anda hidup di daerah perkotaan maka pasti sangat jarang menemukan hal ini karena umumnya ( maaf ) masyarakat kota itu lebih mementingkan diri sendiri daripada orang lain sehingga nilai sosialnya justru kalah telak dengan masyarakat yang hidup dipedesaan.

Bahkan kalau kita singgung dalam kehidupan bermasyarakat , berbangsa dan bernegara akan lebih bagus kegiatan ini digalakan agar sesuai dengan falsafah bangsa Indonesia yang tertuang dalam Pancasila terutama sila ke-3 yang berbunyi ” Persatuan Indonesia ” . Bisa kita saksikan sekarang , isu ras dan agama menjadi persoalan yang sangat sensitif sehingga menimbulkan banyak perpecahan antar bangsa. Unsur terpenting dalam ketahanan negara adalah rakyatnya yang bekerja sama saling bahu membahu dan persatuan yang kental menjadi tolak ukur kemajuan bangsa , tidak perlu kita melirik dalam skala nasional .

Kerukunan dalam bermasyarakat menandakan bahwa kita bisa membuat pondasi negara ini sehingga tidak bisa tergoyahkan , dengan tradisi nyambungan mengisyaratkan simbol berharga bahwa Indonesia tidak bisa berdiri sendiri melainkan ada unsur keluarga hebat didalamnya.

Dengan demikian , nyambungan patut kita pertahankan supaya tidak ditelan zaman bahkan kita harus membiasakan kepada anak-anak kita agar benar-benar menjadi masyarakat madani yang sesungguhnya.

Iklan