Cerita menyedihkan : Pertemuan terakhir dengan Ibuku


Pertemuan terakhir dengan Ibuku

Cerita ini diambil dari kisah nyata salah seorang anak ke-2 dari lima bersaudara yang sekarang tinggal tanpa sosok ibu yang dicintainya ( diriku sendiri ) .

Sempatkan anda membaca cerita ini hingga tuntas , maka air mata anda tidak ada artinya walaupun sebuih lautan , kasih sayang seorang ibu pada anak dan keluarganya lebih besar dibandingkan dengan seluruh isi dunia ini .

Seperti biasa , ibuku menyeduh susu dan nasi goreng untuk anak-anaknya termasuk untuk diriku , maklum diriku salah satu anak kesayangannya , apapun yang aku minta akan selalu di kasih dan senyumannya akan terus menggelora di dalam hatiku . Namun , pagi itu aku sengaja menolak perintahnya karena keasyikan main galah di depan warung .  “ dan besok mau tidak ambil uang ke Ciranjang ? tanyanya . “ Gak mau ah males , “ jawabku . “ Ya sudah kalau tidak mau , biar ibu saja yang ambil ke Ciranjang sekalian pulang “ tambahnya . “ Iya besok saja mah , jangan lupa bawa oleh-oleh “ . Di suruh mah gak mau ,,,,,Ujarnya.

Dari pagi hingga siang aku terus bermain sama teman-teman , tidak ingat makan bahkan tidak ingat ibu sekalipun , aku lihat dari kejauhan ibuku sedang memasak nasi dan lauknya . Aku akan samperin ibu saat makanan sudah matang . Ku lihat ibu telah selesai memasak dan hendak mandi . Tidak lama kemudian , suara “ tolong tolong ,,, “ aku dengar dari kamar mandi dan ku yakin itu adalah ibuku , serentak aku ke kamar mandi Tampak ibu terjatuh dan sudah tidak sadarkan diri ,,,,

Sore itu tepat pukul 17:00 , ibuku belum juga sadar dan seperti orang sedang tidur nyenyak . Aku mulai kaget dan sedih melihat demikian , berbagai cara telah dilakukan oleh bapaku dan saudara-saudaraku untuk menyadarkannya namun hal tersebut tidak berhasil . Ibuku semakin sore semakin koma , hembusan nafasnya bagaikan “ petir “ yang menyayat jantung hatiku .

Ku lihat sekarang sudah menunjukan waktu magrib , “ kita akan bawa selesai magrib ke rumah sakit “ bapaku memutuskan .. akhirnya kami sholat di masjid berjamaah .

Setelah sholat bapaku langsung beranjak ke rumah dan aku menyusulnya , seketika bapaku meneteskan air mata dan mencoba menenangkan kami , si Bungsu ( siti nusyfa ) dengan sedikit kaku membaca sholawat ( usia 4 tahun ) . Bapaku mencoba merangkul kami , “ kalau kalian sayang pada ibumu , ke sini semuanya “ .

Di tengah lingkaran jajaran ayah dan kaka adiku , ibuku semakin tampak melepas NYAWA dengan hembusan nafas yang kuat , si bungsu kemudian mendekat dan membaca bismilah di samping telinga ibuku dan pada saat itu pula Ibuku Sudah tidak berdetak dan hembusannya pun sudah tidak ada . Sontak semua kaka ,bapa dan adiku meneteskan air mata dan “ mamaaaah ,,, mamaaaah ,,, mamaaah jangan tinggalkan aku maaaah ….

Pagi berikutnya aku pun bangun tanpa sosok ibu lagi , tidak ada yang membuatkan susu , tidak ada yang membuatkan nasi goreng dan tidak ada lagi senyum serta kebahagiaan ,,, hanya berisi tetesan air mata dan kesedihan ,,,ternyata perintah itu jadi perintah terakhir ibu ,,, ya Allah rahmatilah ibuku , berikan dia ampunan dan mendapatkan syurga di sisimu amiiiin ,,,,,,

 

Iklan