Mengenal teori belajar Humanistik


teori humanistik

Salah satu teori belajar yang mulai populer akhir-akhir ini adalah teori belajar Humanistik yang dipelopori oleh Jurgen Habermas .

Menurut teori ini , proses belajar dimulai dan ditujukan untuk kepentingan memanusiakan manusia itu sendiri . Oleh sebab itu , teori belajar humanistik sifatnya lebih abstrak dan lebih mendekati bidang kajian filsafat ,teori kepribadian dan psikoterapi . Daripada bidang kajian psikologi belajar , teori ini sangat mementingkan isi yang dipelajari daripada proses belajar itu sendiri .

Teori belajar ini lebih banyak berbicara tentang konsep-konsep pendidikan untuk membentuk manusia yang dicita-citakan , serta tentang proses belajar dalam bentuknya yang paling ideal . Dengan kata lain , teori ini tertarik pada pengertian belajar dalam bentuknya yang paling ideal dengan pemahaman tentang proses belajar sebagaimana dengan apa adanya , seperti yang selama ini dikaji oleh teori belajar lainnya .

Dalam pelaksanaannya , teori Humanistik ini antara lain tampak juga dalam pendekatan belajar yang dikemukakan oleh Ausbel . Pandangannya tentang belajar bermakna atau meaningful learning terus mengatakan bahwa belajar merupakan asimilasi bermakna . Materi dipelajari diasimilasikan dan dihubungkan dengan pengetahuan sebelumnya . Faktor motivasi dan pengalaman emosional sangat penting dalam peristiwa belajar , sebab tanpa motivasi dan keinginan dari pihak yang akan belajar maka tidak akan terjadi asimilasi pengetahuan baru ke dalam struktur kognitif yang telah dimilikinya .

Teori Humanistik berpendapat bahwa teori belajar apapun dapat dimanfaatkan , asalkan tujuannya untuk memanusiakan manusia yang berarti mencapai aktualisasi diri , pemahaman diri , serta realisasi diri orang yang belajar secara penuh dan optimal . Manusia merupakan makhluk yang sangat kompleks ,dimana banyak ahli di dalam menyusun teorinya hanya terpukau pada aspek tertentu yang sedang menjadi pusat perhatianya .

Setiap ahli melakukan penelitiannya dari sudut pandangnya masing-masing dan menganggap tentang bagaimana manusia itu belajar adalah sebagai keterangan yang paling memandai . Dari penalaran diatas ternyata bahwa perbedaan antar pandangan seringkali hanya timbul karena perbedaan penekanan pandangan semata . Jadi pandangan yang berbeda – beda itu hanyalah mengenai hal yang satu dan sama dipandang dari sudut yang berlainan .

Dengan demikian , teori humanistik dengan pandangannya yang sangat manusiawi yaitu dengan cara memanfaatkan berbagai teori belajar dengan maksud untuk memanusiakan . Manusia bukan hanya saja mungkin untuk dilakukan , tetapi justru harus dilakukan .

Dikutip dari modul Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan UT UPBJJ Bogor ( tempat aku kuliah PGSD saat ini ) ,,, he he

Iklan