Wakil Rakyat juga harus merakyat


Aku yang bisa dibilang anak ingusan atau anak baru lahir sudah sangat tertarik dengan dunia perpolitikan , kok bisa ya bukannya khusus untuk orang sudah dewasa dan intelek ? .

Memang tidak ada jaminan orang intelek jago juga dalam berpolitik , semua ada kebebasan berekspresi di negeri tercinta ini asal ada substansi dan berdasar fakta.

Sebagai anak ingusan , aku mencoba mengkritik para wakil rakyat yang kebanyakan diantaranya tidak merakyat . Saya tahu darimana ? Rahasia donk …he he

Rasa ingin tahu keberadaan negara ini bukan tugas para seragam hijau totol ataupun coklat totol tapi yang namanya semangat kebhinekaan tentunya menjadi tanggung jawab semua pihak baik anak muda , dewasa ataupun orang tua yang harus menancapkan panji-panji patriotisme .

Aspirasi dan keinginan rakyat Indonesia ditaruhkan kepada para wakil rakyat baik dari tingkat akar hingga pusat dalam hal ini presiden untuk melaksanakan amanat penting bagi kelangsungan hidup rakyat banyak . Buat kamu yang koar-koar melecehkan para pemimpin sebaiknya difikirkan terlebih dahulu dan didasarkan pada hukum di negeri ini , hidup kalian berada di atas panji hukum .

Bilang ini tidak becus , bilang itu tidak becus coba kamu sekali-kali jadi pemimpin negeri ini pasti akan banyak fikiran dan menguras waktu . Yang ditangani para pemimpin itu banyak , dari segi ekonomi , sosial , budaya dan ketentraman masyarakatnya . Jelas kamu belum tentu sanggup menjalankan hal ini .

Tapi buat kamu juga yang pro pemerintah jangan sampai melupakan kepentingan rakyat banyak bukan untuk kepentingan golongan atau kelompok. Disinilah harus bangun bersama bahu membahu demi kemakmuran dan kesejahteraan bumi pertiwi ini  , WAKIL RAKYAT juga harus MERAKYAT . Jangan sampai ada duka diantara kita , utaman kepentingan rakyat banyak . Jangan korupsi dan harus bisa menstabilkan keamanan dan kenyamanan antar golongan , jangan sampai para pahlawan kita yang gugur murka pada kita dan tentunya sang pencipta .

Wakil rakyat harus merakyat , jangan korupsi , cegah maksiat , stop diskriminasi dan Salam damai Indonesiaku.

Iklan